Mahasiswa Manfaatkan Serpihan Terumbu Karang untuk Penderita Kanker Tulang

Share

Riset dan inovasi mahasiswa Indonesia di bidang medis terus berkembang. Melihat kasus kanker tulang di Indonesia yang semakin bertambah, sekelompok mahasiswa dari Surabaya meneliti solusi alternatif bagi penderita kanker tulang dengan memanfaatkan terumbu karang.

Kanker tulang atau osteosarcoma merupakan jenis kanker yang menyerang tulang. Biasanya, gejala kanker ini kerap diabaikan, pasalnya hanya dianggap nyeri biasa. Padahal, penyembuhannya berupa pengangkatan massa tulang hingga amputasi.

Empat mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya meneliti pembuatan bahan pengganti massa tulang atau bone graft tersebut dengan serpihan terumbu karang. Mereka antara lain Hana Zahra Aisyah, Juliani Nurazizah Setiadiputri, Agisa Prawesti, Danang Pristiono, dan Ferisya Kusuma Sari.

“Di luar negeri sudah ada yang memanfaatkan terumbu karang sebagai bahan bone graft,” ungkap Hana selaku Ketua Tim seperti dilansir dari laman Unair, Jumat (23/6/2017).

Namun, lanjut Hana, terumbu karang di Indonesia merupakan kekayaan hayati laut yang dilindungi. “Untuk itu kami memaksimalkan potensinya tanpa merusak terumbu karang. Kami menggunakan serpihan terumbu karang hasil gerusan ombak yang banyak di pasir pantai,” jelasnya.

Demi memaksimalkan inovasinya, Hana mengatakan, serpihan terumbu karang tersebut ditambahkan dengan Alginat. Alginat sendiri merupakan bahan yang cocok dengan tulang manusia dan mampu meningkatkan kekuatan bone graft.

Sementara Agisa Prawesti mengatakan inovasi yang diciptakan timnya ini diharapkan bisa membuat penderita kanker tulang beraktivitas kembali.

“Kami ingin memberikan harapan bagi penderita kanker tulang bahwa kehilangan sebagian tulang bukanlah akhir dari segalanya. Mudah-mudahan inovasi kami ini bisa membantu mereka,” tandasnya.

 

Berita Pilihan Lainnya