Stres Memicu Penuaan Otak

Share

Tekanan kehidupan, seperti dipecat dari pekerjaan, bercerai, atau hidup dalam masa perang, dapat membuat otak menua hingga empat tahun. Hasil penelitian ini dipresentasikan dalam Konferensi Internasional Asosiasi Alzheimer di London, belum lama ini.

Studi ini juga menemukan bahwa orang Afro-Amerika tampaknya lebih berisiko mengalami perubahan otak terkait stres.

Sementara pada ras kulit putih, setiap pengalaman stres dikaitkan dengan perubahan otak yang setara dengan satu setengah tahun penuaan otak normal.

Penelitian ini tidak mencari gejala demensia secara khusus. Para peneliti hanya menunjukkan bahwa prevalensi penyakit alzheimer meningkat, dan komunitas minoritas terpengaruh pada tingkat yang tidak proporsional.

Penelitian ini melibatkan 82 orang dewasa Afro-Amerika dan 1.232 orang dewasa kulit putih non-Hispanik. Semua peserta menjawab pertanyaan tentang pengalaman stres sepanjang hidup mereka, termasuk kesulitan dalam pendidikan, konflik interpersonal, ketidakamanan finansial, masalah sistem hukum atau keadilan, kejadian kesehatan serius, serta trauma psikologis dan fisik.

Mereka juga menyelesaikan tes kognitif yang mengukur kemampuan memori dan pemecahan masalah.

Kedua kelompok partisipan, baik ras Afro Amerika dan kulit putih memiliki tingkat pendidikan, kelompok usia, dan presentase yang sama dalam membawa APOE-e4, gen yang membawa faktor risiko alzheimer.

Berita Pilihan Lainnya