Disidang, Saipul Jamil Menangis di Depan Majelis Hakim

Share

Wajah penyanyi dan presenter Saipul Jamil mendadak berubah ketika menjalani sidang beragendakan pembacaan pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (26/7).

Pria yang awalnya terlihat sumringah tersebut mendadak melo. Air matanya menetes saat membacakan pledoi di depan majelis hakim.

”‎Rohadi bukan hakim yang berwenang mengadili, memberatkan atau meringankan putusan terhadap saya dan bukan penyelenggara negara,” kata Ipul.

Dalam persidangan tersebut, terdakwa perkara dugaan suap ‎membantah menyuap hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

Ipul mengatakan, tidak ada saksi dalam persidangan yang ‎menyebut dia memberikan uang atau menjanjikan sesuatu kepada Rohadi. Bahkan, pria 36 tahun itu menyebut, Rohadi sengaja menipu pengacaranya Bertha Natalia Kariman.

“Pak Rohadi menipu Ibu Bertha bahwa perlu settingan hakim agar dapat memenangkan persidangan,” ucap Ipul.

Melalui nota pembelaan, Ipul berharap, bisa mendapatkan vonis seringan-ringannya dan seadil-adilnya dari majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, dia meminta dukungan dari masyarakat.

”Saya minta doa dan dukungan dari masyarakat supaya saya bisa cepat kembali lagi ke tengah-tengah masyarakat,” terang Ipul.

Menurut Ipul, tidak semua orang bisa menerima hidup di penjara. ”Jangan satu setengah tahun, satu hari dipenjara pahit sekali,” kata Ipul.

Hanya orang-orang kuat dan benar-benar sabar yang mampu bertahan di sana. ”Makanya saya bilang dihukum sehari, sejam dalam penjara, stresnya minta ampun,” ucapnya.

Rencananya, Ipul bakal mendengarkan vonis dari majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada saat hari ulang tahunnya, yakni 31 Juli mendatang.

”Kebetulan ‎putusan pas tanggal ulang tahun saya 31 Juli, mudah-mudahan itu jadi hadiah terindah, walaupun sebenarnya tidak enak ya,” ungkapnya.

Ipul dituntut empat tahun penjara dan denda Rp 100 juta dengan subsider enam bulan kurungan oleh JPU KPK. ‎Dia dinilai memberikan uang dan telah terbukti menyuap majelis hakim PN Jakarta Utara melalui Rohadi.

Menurut jaksa, Ipul terbukti menyuap Rohadi sebesar Rp 250 juta. ‎Uang diberikan agar majelis hakim yang menangani perkara pencabulan yang menjerat Ipul di PN Jakarta Utara bisa menjatuhkan putusan seringan-ringannya.

Pemberian suap dilakukan Ipul dengan kakaknya, Samsul Hidayatullah dan dua pengacaranya, yakni Bertha dan Kasman Sangaji. ‎Ipul menyetujui uang dari tabungannya sebesar Rp 565 juta untuk ‎pengurusan perkara

Berita Pilihan Lainnya