Mahasiswa Bikin Pembuluh Darah Buatan, Kok Bisa?

Share

Mahasiswa Indonesia terus mengembangkan inovasinya di bidang medis. Salah satunya adalah pembuluh darah buatan yang berhasil diciptakan oleh lima mahasiswa di Surabaya.

Mereka adalah Iffa Aulia Fiqrianti, Claudia Yolanda Savira, Muhammad Abdul Manaf, Fitria Renata Bella, dan Nadia Rifqi Cahyani. Kelimanya tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.

Pembuluh darah buatan yang dimaksudkan ini merupakan sebuah implan biodegradable untuk kasus aterosklerosis. Aterosklerosis sendiri merupakan radang pada pembuluh darah manusia.

Diketahui bila terjadi penyumbatan pembuluh darah pada pasien ini dapat mengakibatkan sejumlah penyakit kronis lain seperti stroke, angina, dan penyakit jantung koroner.

Dalam laporan WHO, penyakit pembuluh darah dan jantung ini adalah penyumbang besar angka kematian tertinggi di dunia yakni sebesar 46 persen. Sementara di Indonesia sebesar 37 persen dari total penyebab kematian dari penyakit tak menular.

Untuk mengatasi ini ada sebuah operasi bernama vascular bypass. Operasi ini menggunakan graft pembuluh darah yang berasal dari donor dan hewan. Namun, belakangan jenis operasi ini sudah mulai ditinggalkan lantaran dapat mengakibatkan reaksi penolakan oleh tubuh pasien.

“Oleh karena itu dibutuhkan graft buatan (sintetis) yang aman bagi tubuh pasien,” kata salah satu mahasiswa Iffa Aulia seperti dilansir dari laman Unair, Jumat (28/7/2017).

Iffa mengatakan, pembuluh darah buatan yang digarap timnya ini menggunakan poly L. lactic acid (PLLA), kitosan dan kolagen. “PLLA ini aman bagi tubuh, karena akan terurai menjadi asam laktat yang dapat diserap tubuh,” imbuhnya.

Sementara kombinasi kitosan dan kolagen, lanjut Iffa, dapat membantu perlekatan sel. Sehingga ketika graft terurai, graft tersebut akan tergantikan oleh sel tubuh pasien. Berbeda dengan graft sintetis komersil yang rata-rata sulit terurai dan dianggap sebagai ‘benda asing’ di tubuh pasien.

“Karenanya karakteristik ini kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien operasi vascular bypass,” harap Iffa.

Sementara dr. Herry Wibowo M. Kes. menuturkan bahwa hasil penelitian lima mahasiswa Unair ini bagus untuk diterapkan di dunia medis khususnya bagi penderita aterosklerosis.

“Hasil penelitian ini sangat bagus untuk diterapkan, karena sel endotel dapat tumbuh di permukaan rongga graft. Jadi darah bisa mengalir dengan lancar dan mengurangi kemungkinan thrombosis. Untuk tahap penerapan klinis tentu prosesnya masih panjang, tapi ini awal yang bagus,” papar dia.

Berita Pilihan Lainnya