Fuad Amin divonis 13 tahun penjara oleh MA, ini reaksi keluarga

Share

Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin divonis 13 tahun penjara di tingkat kasasi oleh Mahkamah Agung (MA). Keluarga pun mengaku menerima dengan lapang dada dengan putusan tersebut.

“Ya, kami sekeluarga menerima putusan MA dengan lapang dada dan legowo. Sebagai warga negara yang baik, beliau sekarang menjalani kehidupan di lembaga pemasyarakatan Sukamiskin. Semoga dengan putusan hukum ini menjadikan beliau lebih meningkatkan amal ibadahnya,” kata adik kandung Fuad Amin, Abdul Latief Amin Imron dalam siaran persnya, (22/9).

Latief meminta kepada semua pihak bahwa keputusan hukum yang menyangkut Fuad Amin sudah final dan bisa dijalaninya dengan sikap legowo dengan tunduk pada aturan hukum yang berlaku. Sehingga tak perlu lagi mengutak-atik bahkan mendramatisir kasusnya untuk kepentingan Pilbup Bangkalan 2018 nanti.

Fuad Amin adalah seorang cucu Ulama besar Madura, KH. Muhammad Khalil Bangkalan atau yang sering dijuluki masyarakat Madura sebagai Syaichona Cholil. Karena itulah, meski tersandung perkara, Fuad Amin masih dicintai dan didukung masyarakat Madura.

“Rata-rata yang berkunjung ke lapas Sukamiskin antara 200-400 orang Madura setiap bulannya, sambil membawakan masakan khas madura kesukaannya seperti bebek Sinjay Bangkalan dan soto madura. Ini membuktikan bahwa sosok beliau memang dicintai masyarakat Bangkalan sebagai pengayom,” tutur Latief.

Ketika rencana pembangunan jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) ditolak masyarakat Madura, saat itu karena dikhawatirkan dapat menggerus laju kerusakan budaya dan kearifan lokal masyarakat, Fuad Amin yang menjelaskan ke masyarakat bahwa ia melihat dampak positif jembatan Suramadu demi percepatan dan kemajuan masyarakat Madura.

Saat itu, Fuad Amin dipercaya Gubernur Jawa Timur Imam Utomo pada tahun 2004 sebagai Ketua Tim 9 yaitu panitia untuk pembebasan tanah yang menghubungkan ke jembatan Suramadu.

“Beliau sebagai tokoh masyarakat Madura yang berani berseberangan pendapat dengan tokoh masyarakat Madura saat itu demi kemaslahatan bersama dan kemajuan umat,” kata Latief.

Fuad terbelit kasus suap. Selama menjadi Bupati Bangkalan dan Ketua DPRD Bangkalan, Fuad disebut telah menerima uang yang diketahui atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi terkait jabatannya. Salah satunya terkait permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur.

Fuad juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang dengan mengalihkan harta kekayaannya ke sejumlah rekening di bank.

Berita Pilihan Lainnya