Gagal Ginjal, Pilih Transplantasi Ginjal atau Cuci Darah?

Share

Bagi penderita gagal ginjal, salah satu pilihan untuk pemulihan adalah transplantasi ginjal alias cangkok ginjal atau cuci darah. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Divisi Nefrologi dan Hipertensi RSUP Adam Malik Medan, Harun Rasyid Lubis, mengatakan terapi ideal bagi penderita gagal ginjal adalah cangkok ginjal. Menurutnya, transplantasi ginjal dapat mempersingkat waktu penyembuhan, sehingga pasien tidak perlu lagi melakukan cuci darah berulang kali dan menghabiskan biaya hingga ratusan juta rupiah. “Dengan cangkok ginjal ini, penyembuhan pasien akan lebih cepat dan tidak perlu cuci darah,” katanya dalam keterangan pers Rabu 4 Oktober 2017.

Menurut Harun sekali cuci darah bisa mencapai angka hingga 1 juta rupiah per sekali cuci darah. Terapi itu perlu dilakukan selama satu kali dalam seminggu. “Diperkirakan selama satu tahun bisa mencapai 100 juta (biaya) dikeluarkan oleh pasien,”  katanya.

Saat ini ada 11 pasien yang telah menunggu operasi transplantasi ginjal di RS Adam Malik. Setelah operasi keempat, tim dokter RS Adam Malik akan melakukan proses operasi sendiri setelah sebelumnya proses operasi perlu didisupervisi oleh tim dokter dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.

Saat ini, biaya operasi transplantasi ginjal ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosoial Kesehatan. Di awal implementasi jaminan kesehatan nasional pada 2014 silam, BPJS Kesehatan juga pernah menanggung transplantasi ginjal yang dilakukan salah satu RS Vertikal Kemenkes, yakni RS Hasan Sadikin Bandung. Tiga tahun kemudian, pada 2017, Kementerian Kesehatan mencatat RS Sanglah Denpasar di Bali dan RS Adam Malik Medan telah berhasil melakukan transplantasi ginjal. Keberhasilan metode pengobatan, perkembangan ilmu kedokteran serta upaya penguatan jaminan kesehatan masyarakat mendorong agar RS Vertikal Kemenkes menjadikan cangkok ginjal sebagai layanan unggulan.

Berita Pilihan Lainnya