Setelah Jambu Biji, Kini Seblak Dituding Jadi Penyebab Usus Buntu, Ini Kata Dokter

Share

Seblak, jajanan kaki lima asal Bandung, setahun belakangan ini semakin populer. Di kota-kota lain, gerobak yang menjual seblak, bermunculan dan laris manis. Yang unik, semakin pedas seblak, semakin disuka.

Namun belakangan, viral beredar di sosial media tentang seorang anak yang mengalami sakit perut hebat dan harus segera dioperasi karena mengalami usus buntu atau apendistis. Seblak kemudian disebut-sebut sebagai biang keroknya, dan telah menyebabkan puluhan kasus serupa. Komposisi kerupuk ikan atau kerupuk bawang yang hanya dimasak dengan kuah (versi basah) dan ditumis (versi kering) hingga kenyal, disebut-sebut tak bisa dicerna  usus sehingga membuat pencernaan ‘macet’ dan meradang.

Ditambah lagi seblak dibumbui cabai dengen level kepedasan yang tinggi tadi. Sudah lama beredar di masyarakat biji cabai dan biji dari jambu biji adalah penyebab usus buntu, kabar seblak pedas kembali memunculkan isu tersebut.

Sontak kabar ini membuat para orang tua panik. Tapi betulkah seblak, biji cabai, atau jambu biji, menyebabkan usus buntu? Menurut Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pencernaan manusia itu memiliki sistem yang baik, mulai dari gigi yang mengunyah makanan sebelum masuk ke lambung dan diproses oleh asam lambung, lalu dicerna oleh usus, dan dikeluarkan dari tubuh.

Hasilnya, jangankan kerupuk yang kenyal, tulang ayam pun bisa dicerna dengan baik oleh tubuh. Sementara biji cabai dan jambu seandainya tak tercerna pun akan dibuang lewat feses.

Dokter spesialis pencernaan itu justru menenggari penyebab peradangan pada usus buntu terjadi karena infeksi bakteri yang biasanya masuk saluran pencernaan lewat makanan/alat makan yang tidak bersih, infeksi terjadi saat daya tahan tubuh menurun.

“Agar sistem pencernaan sehat, pastikan kebersihan makanan yang dikonsumsi, dan jangan lupa untuk mengunyah makanan dengan baik. Direkomendasikan untuk mengunyah sebanyak 30 kali sebelum menelan makanan, meski makanan itu lunak,” sarannya

Berita Pilihan Lainnya