Home Kesehatan Akibat Sering Memakai Telepon Genggam, Bocah Lucu ini Mengalami Kerusakan Mata

Akibat Sering Memakai Telepon Genggam, Bocah Lucu ini Mengalami Kerusakan Mata

809
0

Penggunaan smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup orang kebanyakan. Kini ungkapan yang mengatakan ‘’tiada hari tanpa handphone’’ mungkin begitu tepat menggambarkan situasi zaman sekarang ini.

Sebagian besar orang nampaknya akan berupaya memiliki satu buah handphone. Bahkan dilaporkan ada  beberapa orang yang memiliki sejumlah telepon genggam karena merasa tidak cukup dengan hanya satu buah alat canggih tersebut.

Inovasi dalam bidang teknologi pun setiap bulan dan setiap tahun akan selalu ditingkatkan dan diperbaharui. Fitur-fitur menarik sengaja ditambahkan demi kepuasaan si pengguna.

Namun tahukah anda jika benda satu ini ternyata memancarkan sinar berwarna biru yang bisa membahayakan mata jernih kita?

Kejadian tragis yang membuktikan fakta di atas ternyata sempat dialami oleh seorang gadis balita asal negara Thailand. Bocah imut itu terpaksa melakukan operasi matanya akibat pemakaian telepon genggam yang lebih dari semestinya.

Sang ayah yang bernama Dachar Nuysticker mengakui bahwa dia bersikap masa bodoh ketika mengetahui si bayi berlama-lama memandangi ponselnya sejak dua tahun silam.

Melihat adanya kerusakan pada mata si anak, sang ayah pun memberikan sebuah kacamata. Akan tetapi sayangnya, indera penglihatannya malah bertambah buruk yang akhirnya memaksa sang ayah untuk mengizinkan puterinya dioperasi.

Betapa remuk redamnya perasaan si ayah, karena tak menyangka putrinya tengah mengalami penderitaan yang tidak harus dialami bocah seusianya.

Sang ayah pun mulai menyadari bahwa penglihatan si anak menjadi rusak akibat pancaran cahaya ponsel yang lebih dari semestinya.

Operasi pun berjalan dengan lancar sehingga sang putri pun dapat melihat kembali dengan jelas.

Untuk memberikan pelajaran dan peringatan bagi para orang tua lainnya, si ayah dikabarkan memposting curahan hatinya mengenai bahaya cahaya ponsel bagi sang anak bila digunakan di luar batas kewajaran.