Home News Di Finlandia, Gelandangan Bisa Langsung Dapat Rumah

Di Finlandia, Gelandangan Bisa Langsung Dapat Rumah

263
0

Di salah satu negara di benua Eropa, tepatnya di Finlandia, hampir dipastikan gelandangan dan pengemis tidak akan lagi terlihat berlalu lalang di ruang publik. Mereka yang tidak punya tempat tinggal, tidak akan lagi tidur di ruang terbuka dalam suasana dingin yang ekstrim.

Di Helsinki, ibukota Finlandia, udara dingin dapat mencapai tujuh derajat di bawah nol dan karenanya, banyak yang akan sekarat bila mereka tidur di tempat dan cuaca seperti itu.

Pasalnya, ada kebijakan pemerintah Finlandia yang sangat efektif mengurangi jumlah gelandangan secara signifikan.  Hal ini membuat wakil walikota Helsinki, Sanna Vesikansa cukup bangga. Dia membandingkan pada saat dirinya masih kecil, taman dan hutan menjadi tempat alternatif ribuan gelandangan atau tunawisma merebahkan diri.

Sebenarnya program itu sudah berlangsung sejak tahun 2007 silam.

Strategi yang dikenalkan pemerintah Finlandia cukup sederhana, yaitu dengan  cara memberikan perumahan cukup sederhana sesegera mungkin. Setelah para gelandangan itu mendapatkan tempat berteduh, mereka kemudian akan diperkenalkan dengan sejumlah program lainnya yang akan membuat mereka berguna dan hidup kembali di masyarakat. Intinya, mereka akan diberdayakan sedemikian rupa dengan memberikan berbagai keterampilan yang mereka ingin perdalam.

Seorang mantan tunawisma bernama Thomas Salmi begitu sangat merasakan manfaat program pemerintah tersebut. Dirinya secara implisit  pernah mengakui ingin melakukan bunuh diri akibat kehilangan harapan. Baginya, permasalahan cuaca yang super dingin di Finlandia menjadi momok menakutkan bagi kelompok gelandangan.

Pada tahun 2017, dia diberikan sebuah rumah susun sederhana yang dipandu oleh Helsinki Deacones Institute (HDI), sebuah organisasai yang berfungsi untuk mempersiapkan tempat tinggal bagi kaum gelandangan di negara yang dikenal memiliki penduduk yang paling bahagia di planet bumi.

Akan tetapi saja, pemberian perumahan dalam skema seperti ini akan memiliki kendala dan tantangannya. Dikabarkan rumah yang diinginkan tidak langsung disediakan. Dilaporkan juga seperlima dari mereka yang telah mendapat rumah, akan balik lagi menjadi kaum gelandangan.

Sementara itu, negara Finlandia mesti merogoh anggaran pendapatannya dalam-dalam sebanyak 300 juta euros atau bila dirupiahkan sekitar hampir 5 triliun selama satu dekade terakhir hanya untuk membangun 3.500 rumah serta membayar gaji 300 petugasnya.