Home News Dikritik The Economist Karena Buruknya Prestasi, Staf Khusus Presiden Meradang

Dikritik The Economist Karena Buruknya Prestasi, Staf Khusus Presiden Meradang

188
0

Majalah populer internasional The Economist memberikan kritikan terhadap performa ekonomi pemerintah saat ini yang dinilainya kerap mendorong pertumbuhan ekonomi domestik yang terlalu bertumpu pada penarikan penanaman modal.

Selain itu kritikan juga tertuju kepada janji presiden pada saat berkampanye beberapa tahun silam yang akan menjadikan pertumbuhan ekonomi menjadi 7 persen, akan tetapi realisasinya hanya sebesar 5 persen saja.

Majalah itu juga menyoroti tajam seputar kualitas pekerja Indonesia, dengan menyatakan bahwa standar pendidikan indonesia masih di bawah rata-rata padahal 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sudah dikhususkan untuk peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran di seluruh daerah di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Presiden hanya berkomentar singkat bahwa beberapa kritikan tersebut tidak sesuai dengan data-data yang ada.

Selain itu, menurutnya, pemerintahan Jokowi telah menoreh prestasi yang baik dalam bidang ekonomi karena berbagai indikator makro ekonomi tetap menunjukkan kestabilannya dan bahkan terus mengindikasikan peningkatan, sementara pertumbuhan ekonomi sejak tahun 2016 hingga sekarang telah menunjukkan bahwa jumlah angka kemiskinan dan pengangguran dapat ditekan cukup baik.  

Ahmad Erani juga menambahkan bahwa ketimpangan sosial yang pernah terjadi sebelum tahun 2016 sangatlah tajam. Di sisi lain, dia mengakui bahwa kondisi perekonomian dunia sepanjang tahun 2018 tidaklah begitu menggembirakan, yang mendorong mayoritas negara di dunia untuk mengambil kebijakan ekonomi yang ketat untuk mempertahankan kestabilan ekonomi.