Home News Donald Trump Akhirnya Bertaubat, Tak Perlu Lagi Tentara AS di Negara-Negara Konflik

Donald Trump Akhirnya Bertaubat, Tak Perlu Lagi Tentara AS di Negara-Negara Konflik

21
0

Presiden penuh kejutan Donald Trump akan memberikan pidato resminya pada hari Senin Malam waktu setempat, setelah sempat ditunda akibat pemerintahannya yang tengah menghadapi Shutdown (penutupan) selama kurang lebih satu bulan.

Pidato tersebut akan menjadi bentuk penegasan komitmen dirinya untuk menarik mundur semua pasukan Amerika Serika yang selama ini beroperasi di negara-negara konflik.

Sebelumnya pernah diberitahukan, Donald Trump akan berjanji menarik mundur seluruh pasukannya dari negara-negara yang sebenarnya masih dilanda perang sipil seperti Afghanistan, Syria dan Iraq.

Isi pidato Presiden itu rupanya dibocorkan oleh salah seorang pejabat administrasi di kantor presiden yang kebetulan ikut serta dalam mendesain rencana-rencana besar tersebut. Namun, masih menurutnya, secara umum, pidato resmi sang Presiden negara adi kuasa tersebut, akan berisi strategi-strategi Amerika Serikat dalam menjaga keamanan dalam negerinya. Selain penarikan pasukan, akan dibicarakan pula mengenai perubahan diplomatik.

Seperti kebiasannya yang rutin menuangkan cuitannya di akun resminya di Twitter, secara implisit Donald Trump menyesali karena telah mewarisi agenda-agenda berperangnya dari presiden-presiden sebelumnya dengan terlibat secara langsung di beberapa negara di dunia. Dalam kicauannya tersebut, dia bahkan menegaskan bahwa perang yang telah banyak merenggut korban jiwa dan menghabiskan anggaran negara itu, harus disudahi.

Menurutnya, sudah saatnya para tentara itu harus pulang ke rumah untuk menata hidup baru. Selain itu, dirinya mengajak agar pembelanjaan uang negara harus dipakai secara penuh kebijaksanaan, bukan untuk mendanai peperangan.  

Akan tetapi rupanya, keputusan Trump tidak berjalan dengan mulus. Para anggota senat di Amerika tidak menyetujui keputusan tersebut untuk menarik semua pasukan dari negara-negara Afghanistan dan Suriah, karena menurut pandangan mereka, beberapa orang jahat masih beroperasi di kedua negara tersebut yang nantinya akan mengancam keamanan dalam negeri secara cukup mengerikan.

Pegawai administrasi tersebut juga membeberkan Donald Trump akan menyinggung juga krisis politik yang kini sedang berlangsung di Venezuela.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here