Home News Hari Berbahasa Inggris Di Provinsi NTT Bagi Abdi Negara Ternyata Menuai...

Hari Berbahasa Inggris Di Provinsi NTT Bagi Abdi Negara Ternyata Menuai Protes

402
0

Beberapa minggu yang lalu, bapak Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat,  sempat merilis peraturan yang mengharuskan para aparatur sipil negara berkomunikasi bahasa Inggris di lingkungan kerjanya. 

Peraturan tersebut sebenarnya telah diumumkan pada bulan Desember silam yang mulai diterapkan pada hari Rabu pada pekan kemarin.

Untuk memotivasi para bawahannya, bapak Gurbernur sudah berupaya memakai bahasa Inggris itu pada hari Rabu saat diwawancarai oleh beberapa wartawan.

Meskipun demikian,  menurut wakil gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef A Nae Soi, penerapan kebijakan itu harus dilakukan secara bertahap dengan mendorong para aparatur sipil negara sedikit demi sedikit melalui adaptasi dan pembelajaran.

Ia pun menjelaskan alasan diwajibkannya berbahasa Inggris itu adalah karena provinsinya selama ini menjadi destinasi pariwisata mancanegara yang memiliki keterkaitan langsung dengan komunikasi berbahasa Inggris.

Hal senada juga dikemukakan oleh Kepala Tim Gabungan untuk Percepatan Pembangunan di provinsi NTT  yang menjelaskan bahwa bahasa Inggris  sangat penting karena kedekatan letak geografis provinsi tersebut dengan negara Timor Leste dan Australia.

Namun bagaimanapun juga, ketentuan pak Gubernur ternyata menimbulkan kontroversinya, terutama dalam kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/DPRD. Seorang anggota DPRD  dari fraksi partai Demokrat bahkan mengatakan dasar peraturan gubernur tersebut sangatlah lemah dan bahkan bisa menabrak tingkatan hukum yang lebih tinggi lagi, yaitu Undang-Undang sekaligus Undang-Undang Dasar.

Lain lagi halnya dengan alasan yang disampaikan oleh kantor Bahasa Nusa Tenggara TimurĀ  yang menilai kebijakan bapak Gubernur akan salah jika justru memberikan prioritas bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.