Home News Kami Harus Makan Rumput, Pengakuan Anggota ISIS

Kami Harus Makan Rumput, Pengakuan Anggota ISIS

211
0

Organisasi teroris ISIS nampaknya masih terus melancarkan serangan-serangan brutalnya di wilayah negara Suriah, meskipun kekuatan militer mereka semakin melemah dan posisi mereka mulai semakin terpojok.

Seorang anggota ISIS yang kini ditawan pasukan suku Kurdi di wilayah utara Suriah bernama Alexandr Bakmirzaev sempat membagikan pengalaman-pengalaman menyeramkannya saat ia masih aktif pada organisasi yang terkenal karena tindakan brutalnya tersebut.

Pria berjenggut tebal asal Irlandia tersebut menjelaskan bahwa rasa lapar serta dahaga seringkali menghinggapinya. Selain itu, dirinya sudah terbiasa mendengar dentuman suara-suara bom yang berjatuhan, meluluhlantakan kawasan tempat ISIS beroperasi. Bahkan dirinya menyangka akan meninggal karena pasokan makanan yang semakin menipis.

Pria berusia 46 tahun itu akhirnya memutuskan untuk kabur ke kawasan yang sedang dikendalikan oleh pasukan suku Kurdi. Dia pun ditangkap oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi bersama keempat anggota ISIS lainnya.

Dirinya yang berasal dari percampuran etnis Uzbekistan dan Belarusia, menuturkan beberapa pengalaman pahit lainnya di mana dirinya harus bertahan di tengah ancaman bom yang terjadi hampir setiap hari di musim panas yang lalu.

Dia kemudian menceritakan, bahan-bahan makanan sudah tidak tersedia lagi. Tidak tersedia lagi tepung, sementara harga daging teramat mahal. Bersama istri dan anaknya, ia pun terpaksa melahap rerumputan karena persediaan sayuran pun sudah tidak ada lagi.

Dalam pelariannnya bersama keluarganya, dia menyusuri bagian timur sungai Eufrat, hingga sampai ke sebuah perkampungan bernama Al-Shafa.