Home News Kedinginan Di Amerika Serikat, Kekeringan Di Benua Australia

Kedinginan Di Amerika Serikat, Kekeringan Di Benua Australia

331
0

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, beberapa negara bagian Amerika Serika dalam beberapa pekan ini tengah dilanda suhu ekstrim hingga puluhan derajat Celsius di bawah nol.

Bahkan suhu dingin menggila itu telah membuat puluhan juta warga negara adikuasa itu menderita frostbite dan hipotermia. Frostbite adalah radang dingin, sementara hiportemia adalah suatu kondisi dimana temperatur tubuh turun secara drastis di bawah rata-rata suhu normalnya.

Situasi di Amerika sungguh mengerikan. Frosbite yang diderita sejumlah warga AS akibat suhu ekstrim menyebabkan luka yang cukup hebat di tangan dan kaki mereka, dan harus segera diamputasi untuk mencegah berpindahnya luka tersebut tidak menyebar ke bagian-bagian anggota tubuh lainnya.

Menurut pakar kesehatan, frosbite atau radang dingin akan dapat berpindah ke tubuh seorang manusia dalam hanya hitungan beberapa menit saja.

Ada sekitar sebelas negara bagian di negeri paman Sam tersebut yang turun hingga ke level paling rendah, bahkan lebih rendah dan dingin dari benua antartika itu sendiri.

Dilaporkan suhu dingin yang sangat ekstrim ini, tidak hanya menewaskan sejumlah orang, akan tetapi sempat membunuh seekor kuda zebra di negara bagian Indiana akibat hembusan udara yang tiba-tiba mengeras dan mengkristal di dalam paru-paru tubuh si zebra.

Akibat suhu dingin yang terjadi sejak 7 tahun terakhir ini pula, dilaporkan sebanyak 3600 penerbangan harus mengalami penundaan ataupun pembatalan dan sebanyak 2000 sekolah dimana terdapat kurang dari satu juta siswanya dan petugas sekolah juga terpaksa diliburkan .

Sementara itu lain lagi kejadian yang menimpa benua Australia. Di negeri Kangguru itu, justru terjadi kebakaran dan bahkan kekeringan paling tragis dalam beberapa bulan terakhir ini. Para peternak hewan sapi terpaksa pergi ke tempat lain untuk mencari sumber makanan lain bagi hewan ternaknya, karena di kawasan dia tinggal, pasokan makanan sudah langka akibat kekeringan.

Bahkan para petani juga merasa khawatir mereka tidak akan bisa bertani lagi sebab udara terasa begitu panas.

Di sejumlah kawasan, banyak aspal yang bahkan mengelupas dan meleleh. Hewan dan ikan pun banyak yang mendadak mati. Januari yang lalu, dua orang peternak Australia minta tolong seraya membawa dua ikan yang telah mati yang berasal dari sebuah sungai kering .

Temperatur udara di sejumlah kawasan Australia diperkirakan mencapai 46,6 derajat, yang membuat negara tetangga Indonesia tersebut mengalami bencana suhu panas dan kekeringan terburuk sepanjang sejarah.     

Seorang ilmuan dari pusat Sains Perikliman bernama Michael Grose pernah mengungkapkan bahwa temperatur super panas di atas 40 derajat celsius di negara tersebut akan berlangsung hingga dua puluh dua hari.