Home News PB Jarum Mengandalkan Pemain Impor, Tanya Kenapa?

PB Jarum Mengandalkan Pemain Impor, Tanya Kenapa?

452
0

Djarum Superliga Badminton akan kembali digelar selama kurang lebih satu minggu dari tanggal 18 hingga 24 Februari 2019 mendatang. Kali ini, kompetisi bulutangkis bergengsi itu akan mengambil lokasi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat.

Berbagai persiapan pun dilakukan oleh sejumlah klub ternama dalam negeri termasuk Klub PB Djarum Kudus. Pihak klub tersebut tetap memprioritaskan untuk memainkan para pemain yang selama ini berada pada binaannya terutama di regu putera.

Akan tetapi ada satu berita yang lumayan mencuri perhatian. Klub tersebut akan meminta seorang pemain bulutangkis asal Kanada untuk bermain bagi klubnya di superliga tersebut.

Dan secara kebetulan, superliga tidak melarang perekrutan para pemain asing untuk bertanding bagi klub masing-masing.

Pemain bertubuh semampai itu bernama Michelle li yang lahir di Hongkong pada tahun 1991. Berdasarkan versi Badminton World Federation/BWF pemain puteri itu saat ini berada pada rangking 13 dunia.

Perlu diketahui juga, kalau gadis itu telah bermain badminton sejak usia belasan tahun ketika sang ibu membawa si kecil ke pusat perhimpunan gereja di Hongkong.

Dari situlah, Michelle Li mulai menapaki prestasi serta karirnya secara gemilang hingga ke tingkat internasional. Dia pun sempat menjuarai Pan Am Games dan sukses memperoleh medali emas yang diselenggarakan delapan tahun silam. Ia pun sempat mencuri perhatian pencinta olahraga badminton ketika menjuarai Macau Open pada tahun lalu.

Melihat segudang prestasi yang dimilikinya, klub PB Djarum sangat berkeinginan untuk menariknya bermain bagi klubnya di ajang bergengsi di tingkat nasional tersebut.

Selain itu, dikabarkan pula bahwa si pemain itu secara mengejutkan pernah berlatih di klub tersebut. Fakta itu rupanya cukup memotivasi pihak klub untuk merekrutnya.

Rencananya dalam superliga mendatang,  Michelle Li akan dimainkan sebagai tunggal puteri andalan bersama pemain tunggal puteri lainnya, Dinar Dyah Ayustine, Aisha Galuh Maheswari dan Alifia Inta Nurrokhim yang masih berusia sangat muda.