Home News Polemik RUU Permusikan yang Rentan Pasal Karet

Polemik RUU Permusikan yang Rentan Pasal Karet

553
0

Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan menjadi buah bibir kalangan musisi. Pro kontra pun terjadi. Ada yang setuju dan ada yang tidak. Takut RUU tersebut rentan dengan pasal karet. Beberapa diantara yang mempertanyakannya adalah Iwan Fals, Anji Manji serta Armand Maulana.

Dalam Pasal 5, tertulis beberapa larangan bagi para musisi dalam membuat maupun membawakan lagu. Mulai dari budaya barat yang negatif, menistakan agama, merendahkan harkat martabat, konten pornografi sampai musik provokatif.

Pasal ini dikhawatirkan dapat dipelintir oleh oknum-oknum tertentu. Sebab, makna dari pasal tersebut terbilang rancu tanpa tolak ukur yang jelas. Apalagi ada hukum pidana bagi musisi yang melanggar. Seperti diatur dalam Pasal 50. Ini dapat mengancam kebebasan berekspresi musisi.

Ada pula Pasal 32 yang menjelaskan mengenai uji kompetensi musisi. Dijelaskan jika agar diakui sebagai profesi, para pelaku musik baik jalur pendidikan maupun autodidak harus mengikuti uji kompetensi. Bagi yang tidak ikut, bisa dikatakan melanggar hukum ketika RUU ini benar disahkan. 

Musisi pun meminta jika draft RUU Permusikan ini ditinjau kembali. Diperlukan perbaikan dengan melibatkan berbagai pihak yang bersinggungan. Selain itu, juga harus disosialisasikan secara massal agar banyak pihak yang tahu.