Home News Puisi Fadli Zon Dikritik, Disebut Tidak Berkualitas, Tidak Setara Goenawan Mohamad

Puisi Fadli Zon Dikritik, Disebut Tidak Berkualitas, Tidak Setara Goenawan Mohamad

774
0

Beberapa hari yang lalu, masyarakat Indonesia digemparkan dengan terbitnya sebuat puisi berjudul Doa Yang Ditukar yang ditulis oleh Fadli Zon, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang juga merupakan Wakil Ketua Umum partai Gerindra.

Namun kegemparan yang ditimbulkan puisi Fadili Zon itu ternyata mengundang kritikan pedas dari Karyono Wibowo, pengamat politik tersohor yang juga merupakan seorang Direktur Indonesia Public Institute (IPI). Ia mengungkapkan bahwa puisi Fadli Zon itu seperti sebuah pepatah ‘’menepuk air di dulang terpercik ke muka sendiri’’ yang ternyata memalukan pribadinya sendiri.

Dalam puisi Fadli Zon disebutkan kata begal yang menurut Karsono sekaligus mempertanyakan pelaku pemenggalan video klip usai pembacaan doa Kyai Maimun.

Bahkan dirinya menilai, puisi Fadli Zon tersebut merupakan sebagai tipe kapitalisasi doa yang dilakukan untuk meraih simpati publik demi kepentingan politik menjelang pemilihan umum April 2019 mendatang.

Di samping itu, Karyono Wibowo melihat puisi Fadli Zon berisi diksi-diksi politis (bukan karya sastra sesungguhnya), tidak memiliki seni yang indah, mutu penarasian juga sangat rendah jika dibandingkan dengan isi puisi-puisi  yang ditulis oleh Goenawan Mohamad, atau penyair asal Libanon, Kahlil Gibran. Bahkan menurutnya, jika dibandingkan antara puisi Fadli Zon dengan puisi para penyair tersebut, ibarat bumi dengan langit.

Seperti diketahui Bapak Goenawan Mohamad adalah penyair dan sastrawan kebanggaan bangsa Indonesia yang sudah memiliki segudang prestasi manca negara. Di antara prestasi-prestasi yang berhasil diraihnya adalah pada tahun 2006, Goenawan Mohamad memperoleh penghargaan Sastra dan David Prize, beserta seorang penulis essay kenamaan dan pejuang kemerdekaan negara Polandia, Adam Michnik, dan pemusik Yo-yo-Ma, asal Amerika. Tidak hanya itu, Goenawan Mohamad juga pernah menyabet penghargaan Wertheim Award bersama wartawan kawakan Joesoef Ishak.

Apa isi puisi Fadli Zon itu sebenarnya?

Berikut ditulis kembali puisi Fadli Zon lengkap dimaksud yang pernah dipostingnya di akun resmi twitternya @Fadlizon pada tanggal 3 Februari 2019, yang sempat mengundang protek dari beberapa ormas Islam dan santri karena dianggap melecehkan ulama.

DOA YANG DITUKAR

Doa sakral

Seenaknya kau begal

Disulam tambal

Tak punya moral

Agama diobral

Doa sakral

Kenapa kau tukar

Direvisi sang bandar

Dibisiki kacung makelar

Skenario berantakan bubar

Pertunjukkan dagelan vulgar

Doa yang ditukar

Bukan doa otentik

Produk rezim intrik

Penuh cara-cara licik

Kau penguasa tengik

Ya Allah

Dengarlah doa-doa kami

Dari hati pasrah berserah

Memohon pertolonganMu

Kuatkanlah para pejuang istiqomah

Di jalan amanah