Home Lifestyle Rela Pertaruhkan Nyawa Demi Mengajar Anak Didik

Rela Pertaruhkan Nyawa Demi Mengajar Anak Didik

155
0

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mungkin gelar ini cocok disematkan kepada para guru yang rela melakukan apa saja demi anak didiknya. Salah satunya adalah Atik Dyat Prastuti. Perempuan asal desa Luragung ini rela menantang maut demi memberikan ilmu kepada murid-muridnya.

Hal itu lantaran jembatan Kali Keruh rubuh semenjak satu tahun silam. Satu-satunya akses utama penghubung desa Luragung dengan Desa Medayu Kecamatan Watu kumpul Kabupaten Pemalang tempatnya mengajar.

Sebuah tangga sepanjang 15 meter dipasang warga agar tetap bisa mengakses sisi lain sungai. Tangga tersebut terbuat dari besi. Jika hujan turun jadi licin. Arus sungai juga deras. Belum lagi bebatuan besar yang ada di bawahnya. Sangat membahayakan untuk dilalui.

Meski begitu, Atik tetap selalu bersemangat untuk melintasinya. Risiko itu dia tempuh hanya demi memberikan pendidikan terbaik untuk para calon generasi penerus. Belum lagi, mengajar bukan hanya soal bayaran baginya. Tetapi lebih kepada tanggung jawab.

Dengan bayaran Rp 250 ribu setiap bulan, Atik masih harus menyewa ojek untuk membawanya ke sekolah setelah menyeberang sungai. Pulang pergi dia membutuhkan Rp 20 ribu. Jika dihitung, tentu tidak sepadan dengan gajinya. Tetapi sekali lagi, demi tanggung jawab ia rela melakukannya.

Tak jauh beda, Dwi Sholihati pun juga memiliki kisah serupa. Melintasi jembatan ambruk dengan risiko yang dapat mengancam nyawa. Meski mengaku takut, pengajar di SD 02 Medayu ini harus tetap melintasinya demi memberikan pendidikan terhadap generasi muda.

Sudah melakoni rutinitas tersebut selama setahun, keduanya pun memiliki harapan sama. Agar jembatan Kali Keruh segera diperbaiki. Atau setidaknya ada jembatan darurat yang lebih aman untuk dilalui.