Home News Tidak Gentar Atas Desakan AS, Presiden Venezuela Malah Memamerkan Senjata Militernya

Tidak Gentar Atas Desakan AS, Presiden Venezuela Malah Memamerkan Senjata Militernya

86
0

Sejak beberapa hari belakangan ini, publik dunia dihebohkan oleh gerakan rakyat Venezuela besar-besaran yang menuntut agar President Venezuela, Nicolas Maduro segera melengserkan diri. Kondisi perekonomian yang semakin memburuk dan situasi politik yang semakin tak karuan, membuat tuntutan mundur rakyat negara di wilayah Amerika Latin tersebut semakin menguat.

Amerika Serikat menjadi negara yang paling getol meminta mundur sang Presiden dengan melakukan serangkaian lobi politik internasional. Terakhir, Menteri Luar Negeri AS mendesak anggota Dewan Keamanan Persatuan Bangsa Bangsa untuk tidak mengakui lagi Nicolas Maduro sebagai presiden sah Venezuela.

Namun bukannya mengikuti keinginan pemerintah AS, sang Presiden malah dikabarkan semakin nampak agresif mempertontonkan kemampuan dan kekuatan militernya kepada masyarakat dunia. Maduro pun meyakini bahwa kubu militer  yang dipimpinnya masih memiliki kesetiaan serta loyalitas yang tinggi kepada dirinya dan tidak akan memiliki niatan untuk melakukan kudeta.

Dengan memakai seragam berwarna cokelat, Presiden Maduro melihat berbagai atraksi militer termasuk peluncuran tembakan granat, dan peluru tank serta senapan mesin super canggih.

Bahkan menurut rencana, selama satu minggu antara tanggal 10 hingga 15 Februari 2019, atas instruksi sang Presiden, berbagai latihan kemiliteran akan diadakan secara besar-besaran. Bagi Maduro, Donald Trump perlu tahu bahwa pasukan militernya masih mendukung pemerintahannya.

Menanggapi program tersebut, Maduro menyebutnya sebagai latihan militer paling fenomenal dalam sejarah moderen negara Venezuela.    

Maduro juga mengeritik para lawan politiknya yang selalu menghasut militer Venezuela untuk melakukan kudeta menggulingkan dirinya dari kekuasaan politiknya.