Home News Uang Palsu Beredar, Warga Jabotabek Harus Waspada

Uang Palsu Beredar, Warga Jabotabek Harus Waspada

54
0

Masyarakat tetap diminta waspada dan hati-hati bila menerima uang kertas yang terasa mencurigakan karena uang palsu dilaporkan masih beredar di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Fakta tersebut diungkap oleh Kepolisian Sektor Metro Setiabudi, Jakarta Selatan yang telah berhasil meringkus enam orang pelaku pengedaran uang palsu beberapa hari yang lalu.

Diketahui uang palsu yang mereka sebarkan sudah tak terhitung lagi jumlahnya dimana sejak tahun 2009 mereka mulai mempraktekkan tindakan ilegal tersebut. Bapak Kapolsek AKBP Tumpak Simangunsong menjelaskan bahwa pencidukan kelompok pengedar yang memiliki enam anggota tersebut bermula dari laporan seorang korban yang mengaku mendapat uang palsu dari salah satu anggota pengedar tersebut setelah memberikan pinjaman uang kepada si pelaku.

Usai komplotan tersebut diringkus, pihak kepolisian kemudian melacak si pencetak uang yang diketahui berdomisili di kawasan Bogor, Jawa Barat namun belum berhasil. Si pencetak yang tengah melarikan diri tersebut, diketahui hanya cukup bermodalkan sebuah laptop, printer, kertas dan mesin laminating untuk membuat uang palsu.

Menurut bapak Kapolsek, ada perbedaan pengedaran uang palsu saat dahulu dan sekarang, dimana pada masa dahulu, uang palsu dicetak sebanyak-banyaknya untuk kemudian diedarkan. Sementara yang sekarang, uang palsu akan dicetak berdasarkan jumlah yang diminta pelanggan/konsumen.  

Di samping dengan alasan bohong meminjam uang, para pelaku juga mengedarkan uang palsu tersebut di warung-warung dan stasiun pengisi bahan bakar di malam hari dengan maksud mengelabui para korbannya. Secara kasat mata, uang palsu memang tidak kelihatan bedanya dengan uang yang asli. Hanya saja setelah uang itu dipegang dan dilihat secara teliti, maka akan nampak terlihat perbedaannya. Biasanya untuk lebih menjerat para korban, para pelaku lebih memilih mengedarkan uang pecahan Rp 20.000.

Para pelaku yang telah tertangkap akan dihukum berdasarkan pasal 378 KUHP mengenai Penipuan dan KUHP lainnya mengenai mata uang. Mereka akan diancam memperoleh hukuman penjaran selama lima belas tahun plus denda maksimal Rp 50 miliar.